Pijar.asia | Samarinda – Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan (HIMASEPA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (Unmul) kembali mencuri perhatian dengan menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Kolaborasi Multi Sektor dalam Pengelolaan Perikanan di IKN: Pilar Utama untuk Ekonomi Biru yang Inklusif dan Progresif”.
Acara ini digelar pada Selasa,(19/11) di Gedung Serba Guna Rektorat lantai 4, dan dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari berbagai kalangan.
Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian Socio Economics Carnaval, yang selama dua tahun terakhir konsisten menghadirkan kegiatan edukatif dan kompetitif, seperti lomba fotografi, infografis, dan esai populer tingkat nasional, program pembinaan mahasiswa wirausaha, hingga pemberdayaan kampung nelayan di Kelurahan Rawa Makmur, Samarinda.
Seminar Nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber ternama di bidang perikanan dan kelautan. Mereka adalah:
- Dr. Ir. Hj. Fitriyana, S.Pi., M.P., IPU, Akademisi FPIK Unmul dan Ketua ISPIKANI Kaltim
- Dr. Andi Nur Apung Massiseng, S.Pi., M.Si, Dekan FPIK Universitas Cokrominoto Makassar
- H. Irhan Hukmaidy, S.Pi., M.P, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur
- Dr. Kusdiantoro, S.Pi., M.P, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang dan Laut KKP

Mereka mengupas isu strategis terkait pengelolaan perikanan di era pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan fokus pada penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ekonomi biru yang inklusif dan progresif.
Kegiatanan ini secara resmi dibuka oleh Dr. Komsanah Sukarti, M.P, Dekan FPIK Unmul, dalam sambutannya ia menekankan pentingnya mengubah persepsi terhadap lulusan perikanan.
“Banyak orang hebat lahir dari perikanan. Jangan ragu untuk menjadi bagian penting dari pembangunan bangsa,” ujarnya saat membuka acara.
Sesi diskusi berlangsung interaktif, dengan sejumlah peserta aktif bertanya untuk mendalami peran pengelolaan perikanan dalam pembangunan IKN. Salah satu pesan menarik datang dari H. Irvan Hukmaidy, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur.
“Jika bukan kita yang membantu masyarakat, siapa lagi? Dan kalau bukan kalian yang menyuarakan suara rakyat, siapa lagi? Mahasiswa harus terlibat aktif dalam mendukung pembangunan,” tegasnya.
Seminar ini juga menjadi ajang pertemuan akademisi, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai universitas seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Pattimura, Politeknik Negeri Sambas, dan Universitas Cokrominoto Makassar.
Seluruh rangkaian acara, dari pembukaan hingga sesi dokumentasi, berlangsung tertib. Peserta tampak antusias menyerap wawasan dari para narasumber. Seminar ini dinilai sukses menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Melalui kegiatan ini, HIMASEPA FPIK Unmul menegaskan komitmennya dalam mendukung ekonomi biru di era pembangunan IKN, sekaligus mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam menciptakan perubahan yang berarti. (MH)














