Pijar.asia | Samarinda – Pesta demokrasi tahun 2024 tinggal hitungan bulan. Banyak harapan dan rasa optimistisme masyarakat, agar penyelenggaraan Pemilu Serentak berjalan dengan damai.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kesatuan Mahasiswa Indonesia (Kesmi) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Irwanto Munawar menyampaikan, dalam pelaksanaan Pesta Demokrasi di tahun 2024 perlu adanya antisipasi yang dilakukan sejak dini terlebih lagi persoalan isu sara dan juga hoax.
Lanjutnya, pria yang akrab disapa Irwanto ini mengatakan, peran mahasiswa didalam dunia politik itu sangat penting bagaimana mahasiswa itu bisa menjadi filter terhadap dinamika yang ada. Sebab, pada momentum Pemilihan Umum (Pemilu) ia berupaya agar dalam perjalanannya mahasiswa bisa mengantisiapasi hoax dan juga isu sara serta mendorong pemilu serentak yang berjalan dengan damai.
“Kita harus bisa mengantisipasi hal demikian, terkhususnya di Kaltim, jangan justru malah kita ikutan sebar hoax juga,” ungkap Irwanto, saat melaksanakan Diskusi Publik dengan tema “Kesiapan Generasi Milenial Dalam Mengantisipasi Isu Sara dan Hoax Menyambut Tahun Politik 2024”.
Kendati demikian, ia mengajak kepada para pemilih pemula agar tak termakan hoax dan provokasi terhadap isu sara pada saat momentum pemilu. Sebab, menurutnya segala kemungkinan bisa terjadi ditahun pemilu yang akan datang dan hal tersebut yang perlu dinilai bahkan perlu adanya edukasi politik yang diberikan kepada para pemilih pemula.
“Kita mengajak kepada seluruh elemen baik mahasiswa, pemuda dan juga masyarakat untuk sama-sama mengantisipasi hoax dan juga isu sara yang mungkin bisa terjadi pada momentum pemilu yang akan datang nantinya” jelasnya.
Lebih lanjut, sambung Irwanto, persoalan pemilu merupakan peran seluruh elemen bukan hanya para penyelenggara saja, melainkan seluruh masyarakat punya peran dalam pengawasan pemilu, sehingga ia mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga idealismenya dalam momentum pemilu yang akan datang.
“Sebagai anak bangsa dan juga penerus bangsa mari sama-sama kita menjaga stabilitas NKRI, itu sangat penting dan jangan sampai NKRI kita luntur karena diadu domba oleh oknum peserta pemilu,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen untuk aktif dalam partisipasi pengawasan pemilu pada tahun 2024 mendatang, baik dari masyarakat hingga stekholder terkait agar penyelenggaraan pemilu bisa berjalan dengan damai terkhususnya di provinsi Kaltim.
“Karena kita tidak bisa sendiri dan tetentunya kita membutuhkan stekholder agar bisa bergandengan tangan untuk mengantisipasi hoax dan juga isu sara pada pesta demokrasi yang akan datang,” tutupnya.
Sebagai informasi, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kesatuan Mahasiswa Indonesia (Kesmi) Kaltim mengadakan Diskusi Publik dengan tema “Kesiapan Generasi Milenial Dalam Mengantisipasi Isu Sara dan Hoax Menyambut Tahun Politik 2024”. Di caffe D’Bagios Jalan Basuki Rahmat, pada Rabu malam (9/8/2023). (ARD/Pijar.asia)














