Pijar.asia | Kutai Kartanrgara – Terbatasnya ruang fiskal tak menyurutkan langkah Pemerintah Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, dalam menjalankan pembangunan.
Dengan strategi bertahap dan perencanaan yang realistis, desa ini terus mengupayakan peningkatan pelayanan dan kualitas hidup warganya.
Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin, menyebut bahwa penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tidak bisa semata-mata difokuskan untuk infrastruktur. Regulasi dari pemerintah pusat mengharuskan desa mengalokasikan anggaran ke berbagai sektor strategis lainnya.
“Misalnya, ketahanan pangan dan bantuan sosial wajib mendapat alokasi tersendiri. Jadi tidak bisa semua anggaran dialokasikan ke jalan atau bangunan,” jelas Joemadin saat ditemui, Jumat (16/5/2025).
Selain itu, struktur penggunaan ADD cukup menantang. Sekitar 70 persen dari total ADD harus digunakan untuk belanja rutin, seperti honor perangkat desa, BPD, ketua RT, hingga guru agama. Sisa anggaran yang ada baru bisa dimanfaatkan untuk program fisik.
Kondisi ini menuntut pemerintah desa untuk menetapkan skala prioritas yang ketat. Meski harus bertahap, pembangunan fisik seperti jalan lingkungan dan saluran air tetap menjadi fokus utama yang tidak diabaikan.
Joemadin menuturkan, pihaknya juga berupaya memperluas jaringan kerja sama dengan pihak luar. Salah satu cara yang ditempuh adalah menjalin komunikasi dengan anggota DPRD maupun OPD di Pemkab Kukar, guna mengakses bantuan tambahan dari aspirasi atau program kabupaten.
“Dengan bantuan tambahan, kami bisa mempercepat pelaksanaan program yang sudah kami rancang dalam musyawarah desa,” ujarnya.
Pemerintah desa juga terus mendorong transparansi dan partisipasi warga dalam perencanaan pembangunan. Menurut Joemadin, kebijakan yang dirumuskan bersama akan lebih mudah diterima dan didukung oleh masyarakat.
Meski belum semua program bisa direalisasikan secara cepat, semangat pembangunan tetap dijaga.
Pemerintah desa juga menyatakan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan tantangan untuk dikelola dengan bijak.
“Yang penting kita terus bergerak. Pelan-pelan, tapi pasti. Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi semua pihak, pembangunan tetap bisa kita wujudkan,” tutup Joemadin. (Adv)














