AdvertorialDPRD Kaltim

Kaltim Diminta Siaga, Dugaan Kasus Covid-19 Kembali Muncul di RSUD AWS Samarinda

×

Kaltim Diminta Siaga, Dugaan Kasus Covid-19 Kembali Muncul di RSUD AWS Samarinda

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti. (Ist)

Pijar.asia | Samarinda – Pemerintah daerah Kalimantan Timur kembali diingatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19, menyusul munculnya dua kasus dugaan infeksi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie, Samarinda.

Dua pasien yang tengah dirawat di rumah sakit rujukan tersebut diketahui menunjukkan hasil reaktif dalam pemeriksaan antigen Covid-19. Meskipun salah satu pasien telah dipulangkan setelah dinyatakan pulih, konfirmasi lebih lanjut melalui tes PCR masih dalam proses.

Situasi ini langsung memantik respons dari Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menilai munculnya dugaan kasus ini harus menjadi alarm dini bagi semua pihak. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dan terkoordinasi untuk mencegah penyebaran virus lebih luas.

“Kita harus belajar dari pengalaman. Jangan sampai kita menganggap virus ini sudah sepenuhnya hilang. Kewaspadaan tetap penting, terutama di fasilitas kesehatan,” ujar Damayanti dalam pernyataannya kepada media.

Menurutnya, kesiapan sistem kesehatan daerah menjadi kunci untuk menahan potensi krisis. Ia mendorong Dinas Kesehatan untuk tidak hanya fokus pada penanganan medis, tetapi juga melakukan pelacakan kontak erat, edukasi publik, serta menjaga transparansi informasi.

“Pemerintah jangan tertutup. Justru dengan informasi yang terbuka, masyarakat bisa lebih siap dan tahu bagaimana melindungi diri,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup dibebankan pada pemerintah saja, tetapi memerlukan kesadaran kolektif.

“Virus ini bisa datang kapan saja. Kalau kita lengah, maka yang rugi ya kita sendiri. Mulailah dari hal sederhana: mencuci tangan, menjaga imunitas, dan segera periksa kalau merasa tidak sehat,” tukasnya. (MH/Adv/DPRDKaltim)