Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Laksanakan Bimbingan Teknis Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berikan pendidikan dan pelatihan keterampilan terhadap para Awak Kapal pada Bimtek SKN tersebut, kegiatan ini dilaksanakan di kelurahan Muara Jawa Ilir, pada Kamis (21/12/2023) pagi.
Diketahui, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Kelurahan Muara Jawa Ilir, serta hadiri oleh Instruktur dari Balai Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (BPP) Bitung Moch. Abdul Chalim, S.Pi, dan diikuti langsung oleh 100 orang peserta dan juga dibuka langsung oleh Yusa Abdi S.Sos selaku Kasi Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Kukar.
Kasi Pengelola Produksi Perikanan Tangkap DKP Kukar Yusa Abdi S. Sos mengatakan, pelaksanaan bimtek SKN tersebut didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan terkait pendidikan dan pelatihan keterampilan terhadap para Awak Kapal.
“Hal tersebut berguna untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk melaksanakan tugas atau fungsi tertentu di Kapal Perikanan, dan itu target pendidikan dan pelatihan Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN),” ungkapnya.
Lanjutnya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan nelayan peningkatan kompetensi dalam pengenalan keselamatan kerja dan pertolongan pertama pada kecelekaan di atas kapal, serta metode bertahan hidup dilaut disaat mengalami kejadian tak terduga dalam pelayaran.
Ia menjelaskan, sesuai dengan Permen KP Nomor 33 Tahun 2021 yang mencantumkan bahwa untuk awak kapal perikanan mulai 1 gross tonnage (GT) diwajibkan memiliki Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN) dan berlaku mulai efektif pada Januari 2024.
“Bimbingan Teknis Sertifikasi Kecakapan Nelayan tidak akan berhenti sebatas ini, kegiatan ini akan diadakan kembali untuk daerah – daerah pesisir di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Instruktur dari Balai Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (BPP) Bitung Moch. Abdul Chalim, S.Pi dkk menjelaskan, bimtek SKN ini dimaksudkan agar para peserta mendapatkan pengetahuan dasar mengenai operasi pelayaran, serta mengetahui keselamatan kerja dan pertolongan pertama.
“Dalam kondisi darurat, serta untuk menjamin dan memastikan keselamatan pelayaran, perlindungan kerja bagi awak kapal perikanan, serta keberhasilan operasi penangkapan ikan,” tuturnya.
Ia melanjutkan, metode pelaksanan bimtek SKN ini menggunakan metode pembelajaran orang dewasa, peserta tidak hanya mendapatkan materi yang sifatnya teori namun juga praktek.
“Seperti Teknik bertahan hidup (Personal Survival Technique), Pencegahan dan Pemadaman kebakaran (Fire Prevention dan Fire Figthing),dan juga Keselamatan,” tutupnya. (Pijar.asia).














