Pijar.asia | Samarinda – Sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI 4) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda tampak penuh semangat saat mengunjungi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa, (10/12).
Dengan dipimpin oleh dosen Farah Silvia, rombongan yang terdiri dari puluhan mahasiswa ini datang untuk mendalami lebih dalam implementasi teori kepemimpinan yang mereka pelajari dalam mata kuliah Kepemimpinan Pendidikan.
Setibanya di gedung DPRD, mereka disambut hangat oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. Suasana penuh keakraban langsung terasa dalam pertemuan tersebut. Meskipun fokus utama kunjungan adalah untuk memahami lebih jauh konsep kepemimpinan, interaksi antara mahasiswa dan anggota legislatif ini menyajikan lebih dari sekadar teori.
“Tujuan utama kami adalah memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa tentang bagaimana teori kepemimpinan dapat diterapkan dalam konteks pemerintahan,” ujar Farah Silvia, dosen yang memimpin kunjungan. Kunjungan semacam ini, menurutnya, sangat penting untuk menghubungkan materi yang dipelajari di kelas dengan dunia nyata, khususnya dalam dunia politik dan kebijakan publik.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, dengan sabar menjelaskan berbagai aspek kepemimpinan yang dijalankannya dalam tugas-tugas legislasi dan pengambilan keputusan. Dia menceritakan bagaimana tantangan kepemimpinan dalam dunia politik sering kali melibatkan keputusan yang tidak mudah, dan bagaimana kemampuan komunikasi serta pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjalankan peran tersebut.
Bagi mahasiswa, kesempatan ini tidak hanya memberi wawasan baru, tetapi juga menambah perspektif mereka tentang pentingnya kepemimpinan yang visioner dan adaptif dalam menghadapi dinamika yang ada. Sebuah pembelajaran yang memadukan teori dan praktik, mengingat betapa besar dampak keputusan-keputusan politik terhadap masyarakat.
“Melihat langsung bagaimana teori kepemimpinan diterapkan di tingkat legislatif membuka mata kami tentang pentingnya karakter seorang pemimpin dalam mengambil keputusan yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat,” ujar salah seorang mahasiswa, Ahmad Rifai, dengan antusias.
Kunjungan ini sekaligus menjadi contoh bagaimana pendidikan tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga dapat dilengkapi dengan pengalaman langsung yang memperkaya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang kepemimpinan. Sebuah langkah kecil yang diharapkan dapat membawa perubahan besar dalam cara pandang mereka terhadap dunia kepemimpinan, baik dalam dunia pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (MF/Adv/DPRDKaltim)














