Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, menegaskan komitmennya dalam mendorong literasi digital sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda.
Dengan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara dalam rangka untuk penyelenggaraan pelatihan jurnalistik dan fotografi jurnalistik dasar.
Inisiatif itu merupakan bagian dari program tahunan kelurahan dalam menciptakan masyarakat yang melek media, mampu mengelola informasi, dan menjadi komunikator aktif di lingkungan masing-masing.
Sasarannya meliputi unsur Karang Taruna, ketua RT, hingga jajaran kelurahan. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 22–23 Juni 2025 di Gedung BPU Kelurahan Maluhu, dengan jumlah peserta dibatasi 50 orang untuk efektivitas pelaksanaan.
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Ia menilai kesempatan belajar tidak boleh dibatasi oleh faktor ekonomi, terutama di tengah kemajuan era digital yang menuntut kemampuan literasi media yang kuat.
“Kami ingin semua unsur masyarakat punya kesempatan yang sama untuk berkembang, terutama generasi muda yang harus diberi ruang aktualisasi diri di dunia informasi,” ujarnya, Selasa (10/6/2025).
Pelatihan tidak hanya mengajarkan aspek teknis seperti penulisan berita dan fotografi, tetapi juga memberikan pemahaman menyeluruh mengenai fungsi media, etika jurnalistik, serta peran warga dalam membangun narasi positif di lingkungan tempat tinggal mereka.
Menurut Tri, literasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pesan secara konstruktif, dan berperan aktif sebagai agen perubahan. Karena itu, pihaknya menggandeng Diskominfo Kukar tak hanya sebagai pelatih, tapi juga mitra strategis dalam penguatan infrastruktur komunikasi kelurahan.
Salah satu dukungan Diskominfo adalah penyediaan fasilitas videotron di Kelurahan Maluhu, yang kini difungsikan sebagai media informasi warga. Layar digital tersebut digunakan untuk menayangkan pengumuman, informasi pelayanan publik, hingga konten kreatif buatan warga.
Lebih lanjut, Tri berharap gerakan literasi digital yang dimulai dari pelatihan ini bisa terus tumbuh sebagai gerakan komunitas. Ke depan, pihaknya juga membuka ruang kolaborasi untuk pengembangan platform komunikasi lokal yang lebih dinamis dan partisipatif.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi langkah awal membangun budaya informasi di tingkat kelurahan. Kami ingin pemuda di Maluhu tidak hanya konsumtif terhadap media, tapi juga produktif dalam menciptakan konten positif,” tutup Tri. (Adv)














