Pijar.asia | Samarinda – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 mengisyaratkan efisiensi belanja negara. Dampaknya? Sejumlah pos anggaran dipangkas, termasuk alokasi dana untuk megaproyek IKN.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, buka suara menanggapi kabar penahanan anggaran tersebut. Ia mengaku sudah mendengar informasi bahwa pendanaan untuk IKN tahun 2025 dihentikan sementara.
“Iya, ada informasi begitu ya, anggaran IKN distop sementara. Tapi kita juga belum tahu pasti kelanjutannya seperti apa. Itu sepenuhnya keputusan pemerintah pusat,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kaltim.
Meski demikian, Hamas enggan terburu-buru menyimpulkan. Dirinya memilih menunggu langkah konkret pemerintah, sembari tetap menjaga optimisme bahwa pembangunan IKN tak akan benar-benar terhenti.
“Apapun itu, kita lihat saja nanti. Tapi saya yakin, IKN tetap akan berjalan,” tegasnya.
Hamas juga menyoroti dampak positif dari proyek IKN yang sudah mulai terasa di daerah. Menurutnya, IKN bukan hanya simbol baru Indonesia, tetapi sudah menjadi ikon kebanggaan Kalimantan Timur.
“Sudah banyak orang datang ke sana, IKN jadi magnet baru. Sayang kalau ini tidak diteruskan. Banyak juga anggaran yang sudah digelontorkan,” tambahnya.
Dirinya berharap, meskipun menghadapi penyesuaian anggaran, komitmen pemerintah terhadap IKN tetap kuat. Baginya, pembangunan ibu kota baru bukan hanya soal fisik, tetapi soal pemerataan ekonomi dan masa depan bangsa.
“Harapannya, IKN bisa tetap jalan, karena ini ikon buat Kaltim, bahkan untuk Indonesia,” pungkasnya. (MH/Adv/DPRDKaltim)














