Advertorial

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah Siapkan Buku Pembelajaran Bahasa Kutai di Sekolah

×

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah Siapkan Buku Pembelajaran Bahasa Kutai di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah

Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Penguatan Bahasa Kutai di lingkungan sekolah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melalui Buku Pembelajaran khsus.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan buku ajar Bahasa Kutai telah disiapkan dan dicetak untuk menunjang proses pembelajaran.

Distribusinya akan dilakukan secara bertahap ke satuan pendidikan, sedangkan sekolah dapat menyesuaikan pengadaan buku dengan kebutuhan masing-masing.

Program tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Kutai.

“Buku untuk mendukung muatan lokal Bahasa Kutai sudah kita terbitkan dan cetak sebagai bagian dari implementasi Perda Nomor 6 Tahun 2026,” ujar Heriansyah, Sabtu (26/9/2026).

Selain bahan ajar, Disdikbud Kukar mempersiapkan guru yang akan mengampu pembelajaran tersebut. Ketersediaan tenaga pendidik menjadi perhatian karena kemampuan pengajar turut menentukan bagaimana bahasa daerah dapat diterima dan dipahami peserta didik.

Heriansyah menjelaskan penerapan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kompetensi tenaga pengajar. Sejumlah sekolah telah memiliki guru yang mengajarkan bahasa lokal, namun Disdikbud tetap mendorong adanya penguatan kapasitas dan kelayakan bagi pengajar Bahasa Kutai.

“Pelaksanaannya bertahap. Kita harus memastikan guru yang mengajar memang memiliki kemampuan dan kapasitas, termasuk melalui sertifikasi agar yang bersangkutan benar-benar layak mengajarkan bahasa lokal,” jelasnya.

Pembelajaran Bahasa Kutai mulai diterapkan pada 2026. Dengan dukungan buku ajar dan tenaga pendidik yang disiapkan secara bertahap, Disdikbud Kukar berharap pelaksanaan muatan lokal ini dapat berjalan di sekolah sekaligus menjaga keberadaan bahasa daerah di tengah generasi muda.

“Kita ingin anak-anak di Kukar tetap mengenal dan mempelajari Bahasa Kutai, sehingga bahasa daerah ini tetap hidup dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkas Heriansyah. (Adv/DiskominfoKukar)