AdvertorialDPRD Kaltim

Reza Fachlevi Tekankan Pentingnya Pengawasan Ketat pada Proyek Jalan di Kaltim

×

Reza Fachlevi Tekankan Pentingnya Pengawasan Ketat pada Proyek Jalan di Kaltim

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi proyek pembangunan jalan di Kaltim. (Foto : Ist)

Pijar.asia | Samarinda – Komisi III DPRD Kaltim meminta audit teknis lengkap terhadap seluruh proyek pembangunan jalan menyusul meningkatnya laporan masyarakat terkait kualitas pekerjaan kontraktor yang dianggap tidak merata dan rawan bermasalah.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyebut persoalan kualitas infrastruktur tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi terutama pada kepatuhan kontraktor terhadap standar teknis sejak awal pelaksanaan.

Ia menegaskan audit harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengadaan, penggunaan material, mekanisme pengawasan, hingga konsistensi kontraktor dalam menjalankan kontrak.

Pendekatan ini dinilai perlu untuk mencegah penggunaan bahan berkualitas rendah maupun praktik yang tidak transparan.

“Kita harus memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasinya. Kalau sejak awal tidak dikontrol, kerusakan cepat muncul,” ujarnya.

Komisi III juga mendesak Dinas PUPR agar memperketat pengawasan di lapangan. Reza menilai kualitas infrastruktur sangat ditentukan oleh keterlibatan pemerintah dalam memastikan seluruh tahapan pekerjaan dikerjakan dengan benar.

“Pengawasan tidak boleh hanya di akhir. Dari tahap awal hingga selesai, PUPR harus hadir,” tegasnya.

Ia menambahkan, DPRD tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan masalah proyek. Menurutnya, masukan publik merupakan bagian penting untuk menjaga mutu pembangunan daerah.

“Laporan warga itu bentuk kepedulian. Kami siap mengawal agar hasil pembangunan benar-benar bermanfaat,” katanya.

Lebih lanjut, Reza menekankan pentingnya proses yang profesional dan bebas intervensi dalam setiap proyek infrastruktur. Transparansi dan kompetensi disebut sebagai kunci menghasilkan pekerjaan yang tahan lama dan aman bagi masyarakat.

Reza memastikan Komisi III akan terus memonitor proyek-proyek strategis, termasuk pembangunan jalan penghubung di wilayah pesisir dan pedalaman.

“Intinya, infrastruktur yang dibiayai APBD harus kuat, aman, dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” tukasnya. (RD/Adv/DPRDKaltim)