AdvertorialDPRD Kaltim

Babulu Terpinggirkan di Tengah Potensi, DPRD Kaltim Desak Pemerataan Pembangunan

×

Babulu Terpinggirkan di Tengah Potensi, DPRD Kaltim Desak Pemerataan Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Muin. (Ist)

Pijar.asia | Samarinda – Di tengah narasi besar pembangunan ketahanan pangan nasional, Kecamatan Babulu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, justru masih berjibaku dengan persoalan mendasar. Minimnya infrastruktur penunjang pertanian menjadi bukti ketimpangan pembangunan yang masih membayangi wilayah ini.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Muin, menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi Babulu. Menurutnya, kawasan yang semestinya menjadi salah satu tulang punggung produksi pangan daerah, justru tertinggal karena buruknya akses jalan tani dan tidak tersedianya sistem irigasi yang layak.

“Babulu menyimpan potensi besar, tapi realisasinya masih jauh. Jalan tani rusak, irigasi belum terbangun, petani kesulitan mendistribusikan hasil panen. Ini bukan hanya soal infrastruktur, ini soal keadilan pembangunan,” ujarnya.

Dirinya mendorong agar pemerintah provinsi segera menempatkan pembangunan Bendungan Talaki dan jaringan irigasinya sebagai proyek prioritas strategis. Menurutnya, keberadaan infrastruktur tersebut sangat krusial untuk menjamin keberlanjutan sektor pertanian Babulu yang selama ini kurang mendapat sentuhan pembangunan.

Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda serius dari pemerintah untuk menganggarkan proyek tersebut. Baik di APBD Perubahan 2025 maupun dalam rencana awal APBD 2026, belum tampak alokasi khusus untuk infrastruktur pertanian Babulu.

“Ketika kita bicara ketahanan pangan, maka daerah seperti Babulu harus diutamakan. Sayangnya, belum ada komitmen anggaran yang jelas. Kami akan terus perjuangkan ini dalam pembahasan anggaran,” tegasnya.

Lebih dari sekadar jalan dan irigasi, masyarakat Babulu juga menghadapi berbagai persoalan dasar seperti akses air bersih, layanan kesehatan yang minim dan keterbatasan pendidikan gratis yang merata. Baharuddin menyebut bahwa masalah ini mencerminkan tantangan pembangunan di daerah-daerah penyangga strategis yang belum tersentuh secara merata.

Dirinya menekankan pentingnya realisasi kebijakan konkret yang mampu menjawab kebutuhan warga secara langsung.

Dengan kerja sama antarlembaga dan perencanaan yang berpihak pada kebutuhan riil masyarakat, Baharuddin yakin Babulu mampu menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan di Kalimantan Timur.

“Jika infrastruktur dasar dibenahi, saya optimistis Babulu akan bertransformasi menjadi sentra pangan unggulan yang berkontribusi nyata pada kesejahteraan petani dan ekonomi daerah,” pungkasnya. (MH/Adv/DPRDKaltim)