Pijar.asia | Samarinda – Di tengah tekanan ekonomi akibat pasca pandemi Covid-19, sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau justru menunjukkan ketangguhan luar biasa. Bahkan, UMKM dinilai berpotensi menjadi motor utama penggerak ekonomi lokal sekaligus penopang sektor pariwisata.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, saat menyoroti potensi besar UMKM di Berau. Politikus Partai Golkar itu menilai, geliat UMKM menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi masyarakat yang tumbuh dari bawah.
“Saat sektor-sektor besar terhenti karena pandemi, UMKM justru tetap hidup. Masyarakat mampu beradaptasi dengan menjual produk secara online. Ini bukti bahwa UMKM adalah penopang ekonomi di masa sulit,” ungkapnya.
Menurutnya, ketangguhan ini harus dibarengi dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan provinsi. Ia mendorong agar UMKM tidak hanya dipandang sebagai pelengkap, tapi sebagai mitra strategis sektor pariwisata.
“Kalau pariwisata tumbuh, maka UMKM juga ikut berkembang, terutama di bidang kuliner, kerajinan tangan, dan oleh-oleh khas daerah,” katanya.
Salah satu contoh sukses adalah produk cokelat lokal Choco Berau yang berhasil menembus pasar luar negeri. Produk ini dikembangkan dari hulu ke hilir dengan dukungan PT Berau Coal, mulai dari penyediaan bibit, budidaya kakao, hingga pengemasan dan pemasaran.
“Choco Berau membuktikan bahwa komoditas selain sawit juga bisa diandalkan. Bahkan dari segi nilai ekonomi, cokelat berpotensi menyaingi kelapa sawit,” terangnya.
Lebih jauh, Syarifatul menyebut bahwa potensi Berau tidak berhenti pada cokelat. Ia membuka ruang untuk pengembangan komoditas lokal lain yang bernilai jual tinggi, dan menyatakan komitmen DPRD untuk mendorong pengembangannya.
“Bukan hanya cokelat. Jika ada komoditas lokal lain yang menjanjikan, kami di DPRD siap mendukung agar menjadi kekuatan ekonomi baru di Berau,” tukasnya. (MH/Adv/DPRDKaltim)














