Advertorial

Seleksi Pramuka Garuda Kukar 2025 Jadi Pilar Pembinaan Kepemimpinan Muda

×

Seleksi Pramuka Garuda Kukar 2025 Jadi Pilar Pembinaan Kepemimpinan Muda

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Kepramukaan.

Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Seleksi Pramuka Garuda tahun 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya menjadi ajang penilaian kepramukaan, tetapi juga medium strategis untuk membentuk karakter, kepemimpinan, dan daya saing generasi muda di era digital.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, proses seleksi tahun ini dirancang lebih sistematis dan terstruktur. Dimulai dari tingkat kecamatan melalui kuartir ranting, para kandidat dipilih berdasarkan rekam jejak kegiatan, sikap disiplin, serta kecakapan kepramukaan meliputi golongan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.

Langkah ini menunjukkan bahwa Kukar tengah membangun fondasi kepemimpinan sejak dini melalui jalur non-formal yang terukur.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menuturkan bahwa pihaknya bersama Kwarcab Kukar ingin memastikan Pramuka Garuda benar-benar menjadi simbol integritas dan kualitas anggota pramuka di Kukar. Penekanan dilakukan pada uji wawasan, ketahanan mental, dan penguasaan teknologi.

“Kami ingin memastikan kader yang lolos adalah mereka yang benar-benar siap secara mental, wawasan, dan keahlian. Tim seleksi kami fokus mengevaluasi dari sisi teknis, wawasan umum, keterampilan teknologi, dan kepramukaan,” ungkap Ali sapaan akrabnya, pada Minggu (27/4/2025).

Lebih dari sekadar lambang prestise, sertifikat Pramuka Garuda kini memiliki nilai tambah yang riil. Beberapa institusi pendidikan tinggi, seperti Universitas Mulawarman dan sekolah kedinasan tertentu, telah mengakui status ini sebagai poin plus dalam proses seleksi.

Hal ini semakin memperkuat posisi Pramuka Garuda sebagai jalur pengembangan sumber daya manusia yang seimbang secara akademik dan karakter.

Ali juga menyebut bahwa Pramuka Garuda berperan penting dalam membawa nama baik daerah ke tingkat provinsi dan nasional. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara berlapis dan objektif. Verifikasi administrasi hingga praktik lapangan dijalankan dengan ketat.

Kegiatan seleksi sendiri biasanya dimulai pada September atau Oktober dan ditutup dengan pengukuhan resmi pada bulan November.

Ke depannya, Dispora berharap kolaborasi dengan kuartir ranting terus diperkuat agar pembinaan bisa merata hingga pelosok kecamatan.

“Proses seleksi ini memang tidak mudah, karena Pramuka Garuda adalah simbol dedikasi, keterampilan, dan karakter terbaik yang harus benar-benar dibuktikan di setiap tahapannya,” tutup Ali. (Adv)