Pijar.asia | Samarinda – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain menghimbau agar Pemerintah Kota (Pemkot) dapat melakukan penertiban dengan cara yang lebih ber-perikemanusiaan terhadap pedagang yang terdampak.
Anggota dewan dengan sapaan akrab Sani, menghimbau agar Pemkot Samarinda bisa mengedepankan pendekatan yang lebih ber perikemanusiaan terhadap pedagang.
“Bagaimanapun juga mereka warga kita yang sedang berjuang mencari nafkah untuk keluarganya,” tegas Sani.
Dirinya menganggap penting untuk melakukan sikap persuasif dari para aparat penertiban di lapangan, baik dari Satpol PP maupun Kepolisian karena hal ini merupakan bentuk profesiaonalitas dalam pekerjaan.
Sani berpendapat bahwa para petugas itu seharusnya mampu menempatkan diri serta berempati terhadap masyarakat yang mereka hadapi dan mengedepankan sisi perikemanusiaan.
Mantan Ketua Komisi IV DPRD Samarinda itu juga menilai bahwa pentingnya komunikasi yang intensif antara pemkot dan pihak terkait, utamnya para pedagang yang terdampak. Menurutnya, niat baik pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa upaya dialog yang intensif.Â
Lebih lanjut, Sani menegaskan bahwa semua pihak harus duduk bersama agar rencana baik pemkot juga bisa berjalan dengan baik dan dapat diterima oleh masyarakat.Â
“Saya mengingatkan aparat kepolisian dan Satpol PP, jika yang Anda hadapi lebih tua, bayangkan itu orang tua anda. Kalau seumuran, bayangkan itu saudara Anda. Kalau lebih muda, anggap mereka adik atau anak sendiri. Jangan kasar. Utamakan pendekatan persuasif. Satu saja dari mereka tersakiti, saya sebagai wakil mereka turut merasa sakit hati,” pungkas Sani. (SL/Adv/DPRDKOTASAMARINDA)














