DPRD Samarinda

Revitalisasi Pasar Pagi Tuai Pro-Kontra Begini Respon Angkasa Jaya Djoerani

×

Revitalisasi Pasar Pagi Tuai Pro-Kontra Begini Respon Angkasa Jaya Djoerani

Sebarkan artikel ini
Pasar Pagi Kota Samarinda. (Foto: Pijar.asia/HO)

Pijar.asia | Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda merevitalisasi Pasar Pagi untuk mewujudkan Kota Tepian menjadi kota pusat peradaban serta meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat setempat.

Revitalisasi tersebut akan dilaksanakan di tahun 2024 mendatang dan sementara waktu para pedagang akan di relokasi ke beberapa tempat yang ada di kota samarinda.

Pemerintah Kota Samarinda, Andi Harun, menjelaskan bahwa saat ini eks Bandara Temindung manjadi salah satu opsi yang mungkin untuk pemindahan sementara pasar pagi.

Namun yang menjadi catatan adalah tempat tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

“Untuk hal ini kami masih melakukan tahap komunikasi ke pemprov kaltim” Ujarnya.

Namun rencana relokasi tersebut menuai pro dan kontra dari beberapa kalangan, salah satunya Anggota DPRD Kota Samarinda.

Angkasa Jaya Djoerani selaku Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menanggapi hal tersebut pro kontra pasti terjadi, tapi rencana revitalisasi pasar pagi ini bagus, Sepanjang kegiatan tersebut untuk pembangunan dan penataan kota samarinda.

“Artinya tinggal bagaimana pemerintah mensiasati untuk meminimalisir kontra sehingga lebih banyak yang pro, jadi selama pembangunan memiliki tujuan yang baik maka hal tersebut perlu dilakukan,” ungkapnya.

“Sepanjang itu untuk perbaikan, pembangunan, penataan, tentu saja DPRD Samarinda akan dukung penuh,” tambahnya.

Angkasa juga menyampaikan terkait lahan parkir yang ada disekitar pasar pagi itu pasti menjadi konflik karena disitu banyak kepentingan. Jadi kita serahkan kepada pemerintah untuk dapat mensiasati dengan pembangunan yang jitu.

“Jadi bukan kita tidak pro ke pedagang tapi bangunan itu memang sudah cukup lama dan terkesan kumuh. Terus terang saja saya juga bagian dari pemerintah juga merasa gagal untuk pembangunan itu, karena sudah beberapa kali kita ajukan,” jelasnya.

“Angkasa berharap dengan pemerintahan sekarang dengan anggaran yang cukup karena pendapatan surplus kenapa tidak kita membangun seperti itu.” Ungkapnya.

“Nantinya kita juga punya ikon pasar pagi, ikonnya Samarinda dengan transaksi perdagangan yang begitu nyaman dan bersih. Mudah-mudahan kedepannya pasar pagi ini bisa jadi lebih bagus lagi dan dapat bisa jalan dengan baik.” Tutupnya. (Hsn/Pijar.asia)