Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah berpacu dengan waktu untuk membentuk Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan.
Hingga saat ini, masih ada 191 wilayah yang belum memiliki koperasi sebagaimana ditargetkan oleh pemerintah pusat.
Batas waktu pembentukan koperasi ditetapkan hingga 29 Mei 2025, sehingga Pemkab Kukar pun segera mengambil langkah cepat guna memenuhi target tersebut.
“Waktu kita tinggal sedikit, jadi harus gerak cepat. Semua desa dan kelurahan ditargetkan sudah punya koperasi sebelum akhir Mei ini,” kata Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, Rabu (28/5/2025).
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri peluncuran Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus (Musdesus) Kopdes/Kel Merah Putih se-Kalimantan Timur di Samarinda.
Menurutnya, pembentukan koperasi tak semata soal memenuhi angka, tetapi menjadi bagian penting dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sunggono menyebutkan koperasi sebagai instrumen kolektif yang mampu memfasilitasi warga membangun usaha bersama, mengelola potensi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru. Ia menilai banyak peluang ekonomi di desa yang belum tergarap maksimal.
“Kalau koperasi aktif, maka perputaran ekonomi desa juga akan meningkat. Ini jadi kesempatan besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Untuk mempercepat realisasi, Pemkab Kukar akan menggandeng seluruh kecamatan. Setiap camat diminta membentuk kelompok kerja (pokja) percepatan yang bertugas mendampingi proses teknis dan administrasi pembentukan koperasi di wilayah masing-masing.
Langkah ini diyakini mampu menyatukan kekuatan dari tingkat kabupaten hingga desa, agar seluruh tahapan pembentukan koperasi bisa berjalan serentak dan terkoordinasi.
“Kalau semua bergerak bersama, saya yakin 191 koperasi bisa terbentuk tepat waktu. Ini pekerjaan gotong royong,” tegas Sunggono.
Terakhir ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah desa, kecamatan, hingga pendamping lapangan diminta aktif mendukung terbentuknya koperasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas. (Adv)














