Advertorial

Pemerintah Kecamatan Jadi Motor Utama Penanganan Banjir di Muara Muntai

×

Pemerintah Kecamatan Jadi Motor Utama Penanganan Banjir di Muara Muntai

Sebarkan artikel ini
Camat Muara Muntai, Mulyadi.

Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Pemerintah Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, terus mengambil peran aktif dalam menghadapi banjir musiman yang rutin melanda wilayahnya.

Melalui koordinasi cepat, penguatan gotong royong warga, dan pengelolaan bantuan lintas sektor, pemerintah kecamatan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketangguhan masyarakat.

Camat Muara Muntai, Mulyadi Adi, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan selalu ditekankan sejak awal musim hujan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah membangun komunikasi intensif dengan pemerintah desa dan dinas teknis agar respons terhadap banjir bisa dilakukan secepat mungkin.

“Kami selalu siaga. Begitu air mulai naik, kami langsung berkoordinasi dengan desa dan OPD terkait untuk identifikasi wilayah terdampak dan penyaluran bantuan,” terangnya, Selasa (3/6/2025).

Pemerintah kecamatan juga memfasilitasi distribusi bantuan dari BPBD, Dinas Sosial, Disdamkarmatan, hingga Baznas. Bantuan ini ditujukan bagi warga yang rumahnya tergenang atau mengalami kesulitan ekonomi akibat banjir.

Selain mengatur respons darurat, Kecamatan Muara Muntai juga mendorong perbaikan infrastruktur jangka panjang, seperti peninggian rumah dan perbaikan jalan lingkungan. Hal ini disampaikan melalui musyawarah desa dan diusulkan dalam forum pembangunan tingkat kabupaten.

“Usulan dari desa kami bantu kawal agar bisa masuk ke program kabupaten. Kami ingin penanganannya bukan cuma jangka pendek,” tegas Mulyadi.

Ia juga menyebut bahwa pemerintah kecamatan aktif menyosialisasikan pola hidup adaptif bagi warga, termasuk pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem.

Peran pemerintah kecamatan pun terlihat dalam memastikan dana desa digunakan secara optimal untuk mendukung kegiatan penanggulangan banjir, tanpa mengesampingkan pembangunan lainnya.

“Hampir semua desa tetap bisa membangun, meskipun dalam kondisi banjir. Ini tidak lepas dari manajemen yang baik dan kolaborasi di tingkat kecamatan,” terang Mulyadi.

Dengan peran aktif tersebut, Mulyadi berharap kehadiran pemerintah kecamatan tidak hanya dirasakan saat bencana datang, tetapi juga dalam proses membangun desa yang lebih tangguh dan mandiri.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kecamatan selalu ada untuk mereka. Banjir bukan halangan jika kita hadapi bersama,” pungkasnya. (Adv)