AdvertorialDPRD Kaltim

Pemerataan Pembangunan Jalan di Berau Jadi Sorotan, Jalan ke Samarinda Masih Rusak Parah

×

Pemerataan Pembangunan Jalan di Berau Jadi Sorotan, Jalan ke Samarinda Masih Rusak Parah

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah. (MH)

Pijar.asia | Samarinda – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini menjadi salah satu titik strategis pembangunan, menyusul penetapannya sebagai klaster ekowisata dan wisata kebugaran oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, di balik proyeksi pertumbuhan tersebut, pemerataan pembangunan infrastruktur jalan masih menyisakan pekerjaan rumah besar.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menyoroti kondisi jalan dari Tanjung Redeb ke kawasan pesisir Berau yang telah menunjukkan perbaikan. Ia menyebut masyarakat mulai merasakan perbedaan signifikan dalam aksesibilitas di jalur tersebut.

“Dulu masyarakat sangat kesulitan melalui jalur Tanjung Redeb menuju Talisayan hingga Bidukbiduk. Sekarang, sudah mulai ada perubahan, progresnya positif,” ungkapnya.

Namun, kondisi berbeda terjadi di jalur penghubung Berau ke pusat provinsi, Samarinda. Jalan lintas dari Talisayan ke Kutai Timur hingga ke Samarinda disebut masih dalam kondisi rusak berat dan belum tersentuh perbaikan signifikan.

“Jalur dari Talisayan menuju Samarinda ini masih rusak total, apalagi yang melewati Kutim. Ini tentu menjadi hambatan besar, baik untuk masyarakat maupun untuk mendukung sektor pariwisata,” tegasnya.

Syarifatul menyatakan bahwa Pemprov Kaltim telah menempatkan pembangunan jalan antarwilayah sebagai prioritas. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan pembangunan tidak terpusat di titik-titik tertentu saja, terutama di masa transisi menuju IKN.

“Wilayah pesisir seperti Talisayan ke Sangkulirang juga harus didorong menjadi jalur penghubung alternatif. Ini bisa memotong waktu tempuh dan membuka konektivitas baru, sehingga tak semuanya bergantung ke Tanjung Redeb,” jelasnya.

Dengan bertambahnya perhatian pemerintah terhadap Berau, Syarifatul berharap program-program pembangunan yang masuk juga mencakup pembenahan infrastruktur dasar secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ekowisata harus ditopang oleh konektivitas dan akses jalan yang layak bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. (MH/Adv/DPRDKaltim)