Pijar.asia | Samarinda – Renovasi Gedung A, C, D dan E di Kompleks DPRD Kaltim yang baru saja rampung memunculkan persoalan baru. Bukannya membawa kenyamanan, hasil rehabilitasi justru menimbulkan kekecewaan. Sejumlah barang milik anggota dewan dilaporkan hilang, sementara kondisi bangunan masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, secara terang-terangan mengungkapkan kekecewaannya. Dari ruang kerjanya, sebuah dispenser raib tanpa jejak. Tak hanya itu, dari ruangan lain dilaporkan hilangnya televisi dan kabel songket.
“Kami minta pelaksana bertanggung jawab. Kalau ini ada unsur kesengajaan, maka harus diproses hukum,” ucapnya.
Renovasi yang digarap oleh PT. Payung Dinamo Sakti dengan pengawasan dari PT. Surya Cipta Engineering itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim Tahun Anggaran 2024. Proyek ini berada di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim.
Namun, meski anggaran telah digelontorkan, hasil rehabilitasi dinilai belum maksimal. “Beberapa plafon masih bocor, beberapa item perlu pembenahan. Ini sangat disayangkan,” tambah politisi dari Partai Gerindra tersebut.
Dirinya menekankan agar perbaikan dilakukan tanpa menambah beban keuangan daerah. Jika harus dilakukan kegiatan renovasi ulang, menurutnya, hal itu akan membebani APBD kembali.
Tak hanya meminta pertanggungjawaban atas hasil pekerjaan, Reza juga mendesak agar barang-barang yang hilang segera dikembalikan. “Kalau barang-barang itu hanya dipindahkan, tolong segera dikembalikan ke tempat asalnya. Ini kantor publik, bukan tempat main-main,” tutupnya. (MH/Adv/DPRDKaltim)














