Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, mulai memantapkan langkah menjadikan wilayahnya sebagai kawasan wisata pertanian berbasis komunitas.
Program ini muncul dari keprihatinan terhadap lahan subur di sekitar Embung Maluhu yang selama bertahun-tahun terbengkalai dan tidak produktif.
Langkah awal revitalisasi kawasan tersebut ditandai dengan gelaran lomba mancing kolaboratif yang dilaksanakan tepat pada peringatan Hari Lahir Pancasila minggu lalu.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga strategi awal membangun kesadaran warga terhadap potensi besar yang selama ini terabaikan.
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menyebutkan bahwa program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Justru, ini menjadi titik awal pengelolaan kawasan pertanian terpadu yang menggabungkan pemberdayaan pemuda, ketahanan pangan, dan potensi wisata edukatif.
“Lomba mancing itu bukan tujuan utama, tapi cara kami menarik perhatian warga agar kembali peduli terhadap lahan yang dulunya menjadi sumber penghidupan,” jelasnya saat dikonfirmasi media ini, pada Senin (9/6/2025).
Salah satunya lahan yang dimaksud yaitu berada di kawasan Villa Kaning Park memiliki kurang lebih 50 hektare, yang dulunya dikenal sebagai sentra produksi jagung, sayuran, dan buah lokal.
Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, lahan itu tak lagi digarap secara optimal akibat keterbatasan tenaga, sarana, dan arah pengelolaan.
Kini, bersama Karang Taruna dan dukungan dari Polres Kukar, Kelurahan Maluhu mulai menyiapkan program tahunan untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut. Kegiatan seperti pelatihan pertanian, pembentukan kelompok tani milenial, hingga rencana wisata edukatif masuk dalam agenda prioritas.
Pembentukan kelompok sadar wisata dan pelibatan Karang Taruna dalam pengelolaan kawasan juga menjadi strategi penting. Kolaborasi ini dinilai mampu menciptakan sinergi antara generasi muda, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun kemandirian wilayah secara berkelanjutan.
“Kami ingin menciptakan ekosistem pertanian terpadu yang bukan hanya produktif, tapi juga menarik untuk dikunjungi. Ke depan, kami akan rutin menggelar event yang mendorong partisipasi warga,” kata Tri Joko.
Dukungan dari aparat kepolisian turut memperkuat rencana ini. Polres Kukar, yang terlibat dalam kegiatan awal, diharapkan terus berkolaborasi menjaga stabilitas dan keamanan kawasan, terutama saat kelak mulai ramai dikunjungi masyarakat luar.
“Semangat gotong royong dan kolaborasi akan jadi kunci keberhasilan program ini. Kami siap membuka ruang bagi siapa saja yang ingin terlibat,” tutup Tri Joko. (Adv)














