Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Pemerintah Kecamatan Anggana terus memperkuat peran kader perempuan di tingkat rukun tetangga (RT) melalui pelatihan peningkatan kapasitas.
Upaya tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk membentuk agen-agen perubahan sosial yang mampu menjangkau kebutuhan warga secara langsung dari lingkup terkecil dan menyasar para kader PKK RT yang selama ini menjadi garda depan dalam pelaksanaan program keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
Camat Anggana, Rendra Abadi, mengatakan bahwa kader PKK bukan sekadar pelengkap program desa, melainkan mitra strategis dalam pembangunan berbasis keluarga. Menurutnya, dengan pelatihan yang tepat, mereka bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan warga.
“PKK RT adalah ujung tombak di masyarakat. Mereka harus memahami perannya secara menyeluruh agar bisa menyampaikan program pemerintah secara efektif,” ujarnya. Senin (9/6/2025).
Pelatihan ini mencakup sejumlah materi seperti manajemen administrasi PKK, teknik komunikasi yang efektif, hingga praktik pemberdayaan berbasis pengalaman. Metode diskusi dan berbagi pengalaman diterapkan agar peserta dapat saling belajar dari lapangan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kukar, Maslianawati Edi Damansyah, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya keterlibatan aktif kader dalam menggerakkan masyarakat. Ia berharap kader-kader tidak hanya memahami fungsi organisasional, tetapi juga menjadi inspirasi di lingkungan sekitarnya.
“Kader PKK harus jadi motor penggerak dari tingkat rumah tangga. Perubahan besar dimulai dari langkah kecil,” tegas Maslianawati.
Sebagai bagian dari kegiatan, peserta pelatihan juga diajak mengunjungi Posyandu Delima di Desa Handil Terusan. Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antara kader PKK dan posyandu dalam layanan kesehatan dasar, terutama bagi ibu dan balita.
Kepala Desa dan Ketua BPD Handil Terusan menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai pelatihan mampu membuka ruang koordinasi antarperangkat desa sekaligus menguatkan pelayanan sosial secara menyeluruh.
Tak hanya meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga mendorong terciptanya semangat gotong royong di tengah masyarakat. Melalui kader PKK RT, pemerintah desa berharap setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
“Dengan kegiatan seperti ini, kader bisa menjadi penghubung yang kuat antara desa dan warganya,” tutup Maslianawati. (Adv)














