Pijar.asia | Samarinda – Jurnalis Milenial Samarinda (JMS) mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam proses pemilihan pada 14 Februari 2024 dan tidak memilih Golongan Putih (Golput).
Upaya tersebut diungkapkan melalui diskusi bertajuk “Mendorong partisipasi pemilih muda untuk Indonesia emas 2045” di Warkop Bagios, Samarinda. Diskusi tersebut menghadirkan narasumber dari Bawaslu Samarinda, Tumenggung Udayana, dan Akademisi Untag 1945 Samarinda, Andy Akbar.
Tumenggung Udayana menekankan pentingnya partisipasi pemuda dalam proses demokrasi sebagai harapan untuk masa depan yang lebih baik. Dia menggarisbawahi bahwa keikutsertaan aktif dalam pemilihan adalah cara untuk menunjukkan independensi dan memperjuangkan perubahan yang diinginkan.
“Pemuda memiliki peran penting dalam politik, karena keputusan yang dibuat pada hari pemilihan ini akan membentuk masa depan kita,” ujarnya.
Agung, seorang peserta diskusi, menekankan bahwa Golput bukanlah solusi yang membangun. Dia mempertegas bahwa untuk mencapai perubahan yang diinginkan, perlu adanya keberanian moral dari pemuda untuk menggunakan hak pilih mereka.
Andy Akbar menjelaskan bahwa pada pemilu 2019, pemilih dari kalangan milenial dan generasi Z menjadi sorotan utama. Dia menyoroti tingginya antusiasme pemuda dalam proses pemilihan di berbagai daerah.
Dia menegaskan bahwa Golput tidak akan membawa perubahan yang diinginkan. Andy menekankan bahwa pemuda memiliki peran kunci dalam membentuk masa depan, dan mengajak semua orang untuk menggunakan hak pilih mereka sebagai warga negara aktif.
“Dunia berada di tangan pemuda. Mari kita ajak semua orang untuk memilih. Perubahan dimulai dari langkah kecil pemuda. Mari gunakan hak pilih kita besok di TPS,” tambahnya. (Pijar.asia)














