Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan Embung Maluhu di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, sebagai destinasi ekowisata dan edukasi yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal.
Embung yang selama ini berfungsi sebagai sumber irigasi pertanian akan ditingkatkan peranannya, menyusul potensi alamnya yang dinilai sangat mendukung untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata produktif dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Bupati Edi Damansyah dalam kegiatan peresmian fasilitas tersebut di RT 18, Rabu (23/4/2025).
“Selain sebagai infrastruktur pertanian, embung ini juga punya nilai strategis untuk dijadikan tempat wisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Ke depan, kami dorong agar warga dapat mengambil peran aktif dalam aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, rencana pengembangan embung mencakup pembangunan fasilitas publik seperti jalan paving, jembatan penghubung antar-area, serta gazebo yang bisa dimanfaatkan warga untuk kegiatan komunitas, edukasi luar ruang, hingga aktivitas ekonomi kecil seperti kuliner atau kerajinan.
“Jadi nanti bukan hanya jadi tempat wisata alam, tapi bisa jadi ruang usaha warga. Anak-anak bisa belajar, komunitas bisa beraktivitas, bahkan UMKM bisa tumbuh di sini,” jelasnya.
Wiyono menyebut, sebelumnya pernah digelar festival memancing di kawasan embung dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ini menjadi salah satu tolok ukur bahwa kawasan ini memang potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi berbasis partisipasi warga.
Pemerintah, kata dia, akan menjalankan pengembangan secara bertahap, termasuk perbaikan sisi tebing dan optimalisasi distribusi air. Namun keberlanjutan embung sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitarnya.
“Kita tidak bisa kerja sendiri. Kalau warga ikut merawat alam sekitar embung, maka keberlanjutan air dan fungsinya bisa terus terjaga,” jelasnya.
Wiyono juga menyinggung soal potensi pengembangan kawasan dengan menanam pohon pinus untuk menciptakan suasana sejuk dan menarik. Konsep wisata alam berpadu dengan konservasi ini diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
“Jika ini berhasil, kawasan embung bukan hanya jadi tempat rekreasi, tapi juga ruang belajar dan sumber ekonomi baru bagi warga,” tutupnya. (Adv)














