Advertorial

DP3A Kukar Dampingi 50 Anak Korban Kebakaran, Cegah Trauma Berkepanjangan

×

DP3A Kukar Dampingi 50 Anak Korban Kebakaran, Cegah Trauma Berkepanjangan

Sebarkan artikel ini
Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah

Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Pemulihan anak setelah mengalami peristiwa traumatis menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar). Sekitar 50 anak korban kebakaran mendapat pendampingan psikososial melalui kegiatan bermain dan menggambar pada Jumat (9/10/2026).

Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu anak mengekspresikan perasaan sekaligus mengurangi tekanan psikologis setelah mengalami peristiwa kebakaran. Aktivitas menggambar dan bermain dipilih agar anak-anak dapat mengikuti proses pemulihan dalam suasana yang lebih nyaman.

Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah pihaknya meminta jajaran memantau kondisi warga terdampak, terutama anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

“Setelah kebakaran, saya minta teman-teman menyisir kondisi di lapangan. Biasanya ada anak-anak yang perlu kita dampingi karena mengalami kejadian yang bisa memengaruhi kondisi psikologis mereka,” ujarnya.

Menurut Syafliansyah, pengalaman traumatis dapat memengaruhi kondisi psikologis anak apabila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat. Karena itu, pendampingan sejak dini diperlukan agar anak memperoleh perhatian sesuai kondisi yang dialaminya.

Melalui kegiatan tersebut, DP3A Kukar berupaya menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk kembali merasa nyaman setelah menghadapi situasi yang tidak mudah. Perlengkapan menggambar dan alat tulis juga disediakan agar mereka dapat mengikuti aktivitas secara langsung.

“Dengan bermain dan menggambar, kita ingin membantu anak-anak mengurangi rasa takut atau tekanan yang mereka alami. Jangan sampai pengalaman tersebut terbawa hingga mereka tumbuh lebih besar,” jelasnya.

Kegiatan itu diikuti anak-anak usia taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD), termasuk siswa kelas III dan IV SD dari sekolah di sekitar lokasi kebakaran. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, meski jumlah anak yang hadir sempat membuat tempat pelaksanaan tidak mampu menampung seluruh peserta.

DP3A Kukar berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membantu anak-anak kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Pendampingan akan tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing anak dan kebutuhan yang muncul setelah kegiatan berlangsung. (Adv/DiskominfoKukar)