Advertorial

Dinkes Kukar Terus Utamakan Program Penurunan Stunting

×

Dinkes Kukar Terus Utamakan Program Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinkes Kukar Ismi Mufiddah

Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengejar penurunan angka stunting dengan memperkuat dan mengutamankan program yang telah berjalan.

Berdasarkan data Dinkes per September, angka stunting di Kukar berada di angka 14,2 persen. Capaian tersebut masih sesuai target, namun pemerintah daerah tetap membidik penurunan hingga sekitar 12,2 persen.

Kepala Dinkes Kukar Ismi Mufiddah mengatakan, capaian yang sudah diraih perlu terus dijaga melalui pemantauan dan pemeliharaan program.

Selain stunting, penurunan angka kematian balita serta pencapaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program kesehatan.

“SPM memang masih perlu kita kejar dan perlu di maintenance. Angka kematian balita, penurunan stunting, dan pencapaian indikator SPM masih menjadi program prioritas,” ujar Ismi saat dimintai keterangan media ini. Selasa (22/9/2026).

Salah satu langkah yang terus dijalankan yakni pemberian makanan tambahan (PMT) lokal melalui puskesmas. Program tersebut menyasar ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK), serta bayi dan balita yang mengalami stunting.

Kondisi KEK pada ibu hamil antara lain dapat diketahui melalui pengukuran lingkar lengan atas (LILA), dengan ukuran di bawah 23 sentimeter menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian.

Pemberian PMT disusun oleh tenaga gizi dengan memperhatikan kebutuhan makanan seimbang, mulai dari karbohidrat, protein hingga zat gizi lainnya. Bahan pangan lokal, seperti kacang-kacangan dan sumber protein lainnya, turut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi sasaran.

“Untuk stunting, prosedurnya memang sudah ada, salah satunya pemberian makanan tambahan lokal. Itu sudah berjalan di puskesmas-puskesmas, dengan sasaran antara lain ibu hamil yang mengalami KEK dan bayi atau balita yang mengalami stunting,” jelasnya.

Dinkes Kukar juga memperkuat penanganan melalui pelatihan kader posyandu dan peningkatan kemampuan petugas bersama Yayasan Cipta, termasuk melalui pilot project di Loa Janan dan Tenggarong Seberang.

Terkait kasus yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, dokter spesialis anak juga dihadirkan ke daerah tertentu guna mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Angka stunting per September ini sekitar 14,2 persen dan masih sesuai dengan target yang ditetapkan. Target berikutnya sekitar 12,2 persen, jadi kita masih perlu terus mengejar angka tersebut,” pungkas Ismi. (Adv/DiskominfoKukar)