Pijar.asia | Kutai Kertanegara – Pemerintah Desa Sebulu Modern terus mendorong percepatan pembangunan dua fasilitas penting yang hingga kini belum terealisasi, meski sudah diusulkan sejak tahun 2023.
Kedua fasilitas tersebut adalah gedung serbaguna dan fasilitas olahraga yang dinilai mendesak untuk mendukung kegiatan masyarakat dan pemuda desa.
Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin, mengatakan pihaknya telah mengajukan tiga proyek infrastruktur ke pemerintah daerah. Namun, dari ketiganya, baru satu yang terealisasi, yakni pembangunan jembatan di Dusun Antai dengan anggaran Rp500 juta.
“Jembatan sudah dibangun, dan itu kami apresiasi. Tapi dua usulan lainnya sampai sekarang masih belum ada kepastian,” ujarnya, Senin (2/6/2025).
Ia menekankan pentingnya gedung serbaguna atau Balai Pertemua Umum (BPU) sebagai pusat aktivitas sosial warga, termasuk tempat musyawarah, pelatihan masyarakat, hingga kegiatan kebudayaan. Selama ini, menurutnya, warga kerap kesulitan mencari tempat representatif untuk berkumpul.
Sementara itu, fasilitas olahraga juga menjadi kebutuhan mendesak bagi para pemuda. Minimnya sarana membuat kegiatan olahraga hanya mengandalkan lapangan terbuka yang rawan tergenang saat musim hujan.
“Kita ingin anak-anak muda punya tempat yang layak untuk berlatih. Mereka butuh fasilitas, bukan hanya semangat,” tutur Joemadin.
Ia juga menjelaskan bahwa kedua usulan ini sudah mendapat disposisi dari pemerintah daerah, namun masih tertahan dalam tahap realisasi.
“Kami tidak tinggal diam. Kami terus koordinasi dan dorong agar pembangunan ini segera dilakukan,” tegasnya.
Joemadin berharap, dengan percepatan realisasi usulan tersebut, masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya secara langsung.
“Gedung serbaguna dan fasilitas olahraga ini bukan untuk pemerintah desa, tapi untuk semua warga,” pungkasnya. (Adv)














