Politic

BARIKADE ‘BESUTAN SYAHARIE JAANG’ TANTANG RUDI MAS’UD DEBAT TERBUKA

×

BARIKADE ‘BESUTAN SYAHARIE JAANG’ TANTANG RUDI MAS’UD DEBAT TERBUKA

Sebarkan artikel ini

Pijar.asia | Samarinda – Menyikapi statment Rudi Mas’ud beberapa waktu lalu yang menyebut mantan gubernur kaltim Isran Noor kurang loby ke pusat terkait persoalan infrastruktur kaltim mendapat respon keras dari BARISAN KEMENANGAN DUA PERIODE (BARIKADE) .

Oschar rawindra selaku ketua Barikade menyampaikan bahwa statment yang di sampaikan Rudi Mas’ud sangat tidak berdasar dan cenderung menyesatkan publik.

“lah Rudi Mas’ud ini kan pejabat negara, Anggota DPR RI perwakilan rakyat kaltim di pusat’ harus nya dia justru menjadi suporting sistem yang baik dan efektif untuk program dan kerja-kerja pemerintah daerah,” ucapnya.

“Harus nya mampu menjadi teman diskusi yang solutif selama hampir 5 tahun ini’ bukan justru ikut mengeluhkan hal-hal yang di rasa belum sempurna,” tambahnya.

Dirinya melanjutkan, kalo kita cermat melihat capaian pemprov kaltim di bawah kepemimpinan Isran Noor tentu banyak sekali prestasi beliau guna melahirkan kemaslahatan untuk rakyat kaltim, bayangkan saja sejarah tercatat di bawah kepemimpinan Isran Noor dimana APBD kaltim bisa tembus sampai 76,65 T itu sejarah kaltim selama berdiri sebagai provinsi.

“Gini aja deh, berani tidak Rudy Mas’ud kami tantang debat secara terbuka dengan BARIKADE untuk membedah apa capaian Isran Noor memimpin kaltim untuk kemaslahatan rakyat, kemudian apa capaian dia selaku anggota DPR RI selama hampir 5 tahun ini untuk kaltim. Berani tidak dia,” ungkapnya.

Lanjutnya, jika Rudy Mas’ud melihat secara cermat maka banyak sekali capaian isran noor untuk kaltim yang justru harus di aprsesiasi, tapi ini kan dia melihat dengan momentu pilgub di depan mata sehingga tidak objektif.

Kita tau lah dia mau maju pilgub kaltim, silahkan saja maju tapi mbok ya jangan cari panggung untuk menaikkan elektabilitas dengan cara-cara yang mengangkangi nilai-nilai.

“Ayo lah kita sama sama bangun kaltim ini, komunikasi dan sinergitas adalah kunci bukan saling pojok memojok kan,” pungkasnya. (Pijar.asia)