Pijar.asia | Samarinda – Asrama atlet yang terletak di kawasan Gelora Kadrie Oening, Sempaja, persis di samping bekas Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) ternyata memberikan kontribusi signifikan terhadap pemasukan Dispora Kaltim.
Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaidi, menjelaskan bahwa terdapat dua bangunan asrama dengan daya tampung mencapai sekitar 350 orang. Masing-masing kamar memiliki kapasitas bervariasi, antara dua hingga empat tempat tidur.
Meski fasilitas ini lebih sering dimanfaatkan untuk pemusatan latihan dan berbagai event olahraga daerah, asrama atlet tetap menjadi penyumbang pendapatan tertinggi bagi Dispora Kaltim.
“Sementara asrama atlet yang paling tinggi income-nya,” ucapnya.
Junaidi menyatakan pemasukan tersebut diperoleh dari para atlet, peserta, dan tamu kegiatan yang dilaksanakan di Kompleks Gelora Kadrie Oening. Mereka lebih memilih menginap di asrama dibandingkan penginapan umum lainnya, karena faktor kenyamanan dan kedekatannya dengan venue acara.
“Keutungannya tentu dekat dengan venue selain itu GOR Serbaguna juga menjadi salah satu pemasukan Dispora Kaltim,” katanya.
Asrama ini sendiri memiliki sejarah panjang dalam perannya yang terus berkembang. Pada tahun 2021, bangunan tersebut sempat direhabilitasi dan dialihfungsikan menjadi lokasi isolasi terpusat (ISOTER) bagi pasien COVID-19 di Samarinda.
Tiga tahun kemudian, tempat yang sama kembali berperan penting. Kali ini, asrama digunakan sebagai lokasi Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) bagi atlet Kaltim yang bersiap menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara, yang berlangsung dari Maret hingga Agustus 2024. (Sb/Adv/DisporaKaltim)














