Pijar.asia | Samarinda – Dalam rangka mengoptimalkan layanan 24 jam di fasilitas-fasilitas olahraga milik pemerintah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) tengah menyusun strategi pembagian tugas tenaga kerja secara proporsional dan efisien.
Hal ini disampaikan langsung oleh, Kepala Bidang UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaidi, mengakui bahwa keterbatasan jumlah tenaga kerja menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sejumlah fasilitas olahraga yang tersebar di berbagai titik.
“Saya ingin mengoptimalisasikan SDM akan tetapi SDM kami juga terbatas seperti itu. Nah ini masih kita menyusun analisis beban kerjanya supaya ini juga tidak melanggar aturan gitu kan ya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa meskipun dihadapkan pada keterbatasan, prinsip keadilan bagi tenaga kerja tetap menjadi prioritas dalam penyusunan sistem kerja. “Bagaimanapun, ada hak-hak pekerja yang harus kita jaga,” sambungnya.
Meski demikian, pelayanan 24 jam sudah mulai berjalan, khususnya untuk fasilitas tertentu seperti asrama olahraga. Junaidi mencontohkan bahwa sudah ada penggunaan fasilitas pada dini hari, yang menandakan respons cepat dari tim pengelola.
“Pelayanan 24 jam sudah bisa masuk tuh. Misalnya penggunaan asrama. Seperti kemarin penggunaan asrama jam 2 malam ada yang masuk tuh,” jelasnya.
Untuk mendukung layanan ini, Dispora Kaltim telah membagi tenaga kerja ke dalam tiga tim utama, yang bertugas secara bergiliran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional dan kenyamanan masyarakat pengguna fasilitas.
Sebagai penanggung jawab pengelolaan fasilitas seperti GOR Kadrie Oening dan Stadion Utama Palaran, Junaidi dan timnya terus melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara menyeluruh.
“Tapi nanti kami akan analisa dengan analisis beban kerjanya. Seperti apa kebutuhan di satu stadion dengan sekian banyak gedung yang harus dijaga dan diamankan,” pungkasnya. (Sb/Adv/DisporaKaltim)














