Advertorial

Loa Ipuh Bangkitkan Pertanian Kota Lewat Lahan Jagung Gunung Wang

×

Loa Ipuh Bangkitkan Pertanian Kota Lewat Lahan Jagung Gunung Wang

Sebarkan artikel ini
Panen Raya dan Tanam Jagung bersama Pemkab, TNI-Polri dan Jajaran Pemdes Loa Ipuh.

Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, mulai menapaki jalur kemandirian pangan dengan memanfaatkan lahan terbengkalai menjadi kawasan pertanian jagung.

Upaya ini tidak hanya menyasar produktivitas pangan, tetapi juga menjadi gerakan kolaboratif lintas sektor di wilayah perkotaan.

Panen perdana sekaligus penanaman jagung dilakukan di lahan seluas 30 hektare di kawasan Gunung Wang.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Polres Kukar, TNI, hingga Pemkab Kutai Kartanegara.

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, menyampaikan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan terhadap banyaknya lahan tidur di sekitar kelurahan.

Menurutnya, potensi pertanian yang ada belum tergarap maksimal, padahal bisa menjadi solusi nyata menghadapi ancaman krisis pangan.

“Kita punya lahan, kita punya tenaga, tinggal bagaimana memulainya,” ujarnya, Minggu (8/6/2025).

Gerakan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Saka Makmur yang selama ini tetap eksis meski minim dukungan. Erri menegaskan pentingnya memperkuat kelembagaan tani agar mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Polri dan mitra perusahaan yang turut membantu mendorong semangat petani, termasuk dalam bentuk bantuan teknis dan pendampingan.

“Kalau petani didampingi dan diberi perhatian, hasilnya pasti akan maksimal,” kata Erri.

Menurutnya, jagung dipilih sebagai komoditas unggulan karena tahan terhadap kondisi lahan kering dan memiliki permintaan pasar yang stabil. Selain itu, tanaman ini cocok untuk membangun budaya bertani di kawasan urban yang mulai ditinggalkan generasi muda.

Kelurahan Loa Ipuh juga berharap adanya intervensi lebih luas dari Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian dalam bentuk penyediaan benih unggul, alat produksi, dan pelatihan teknis. Hal ini penting untuk menjaga kesinambungan program dan mendorong hasil panen yang berkualitas.

Erri menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi awal dari perubahan pola pikir warga perkotaan tentang peran strategis pertanian.

“Yang penting sudah mulai. Tinggal kita jaga semangatnya agar tidak padam,” tutup Erri. (Adv)