Advertorial

Pemerintah Kec. Tabang Dorong Pemerataan Lewat Pembangunan Jalan dan Jembatan

×

Pemerintah Kec. Tabang Dorong Pemerataan Lewat Pembangunan Jalan dan Jembatan

Sebarkan artikel ini
Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat.

Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Pemerintah Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai langkah utama untuk mewujudkan pemerataan pembangunan antarwilayah.

Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menyebut akses jalan yang layak menjadi kunci kemajuan desa, baik dalam pelayanan publik maupun dalam pengembangan sektor ekonomi masyarakat.

“Kami ingin pembangunan di Tabang bisa dirasakan secara merata, terutama melalui infrastruktur yang memadai,” ujarnya, Selasa (3/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa masih ada sejumlah desa yang sulit dijangkau kendaraan roda empat karena minimnya jembatan penghubung. Hal ini menjadi kendala utama dalam distribusi logistik dan mobilitas masyarakat, terutama di musim penghujan.

Beberapa jalur prioritas yang diusulkan pembangunannya antara lain penghubung dari Desa Umaq Bekuai ke Bila Talang, serta dari Umaq Tukung ke Tabang Lama. Jalur ini memerlukan jembatan sepanjang sekitar 75 meter untuk mendukung konektivitas antarwilayah.

Sementara itu, jalur Sidomulyo ke Umaq Bekuai juga membutuhkan jembatan sekitar 120 meter yang dinilai sangat vital untuk menghubungkan aktivitas warga di dua desa.

“Kalau jembatan ini bisa terbangun, dampaknya akan langsung terasa untuk warga. Bukan hanya logistik, tapi juga pelayanan seperti pendidikan dan kesehatan bisa lebih lancar,” jelasnya.

Pemerintah kecamatan terus menyampaikan usulan tersebut dalam forum-forum pembangunan dan melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar agar bisa masuk dalam skala prioritas kabupaten.

Menurut Rakhmadani, percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman seperti Tabang membutuhkan komitmen lintas sektor dan alokasi anggaran yang konsisten.

“Kami di kecamatan hanya bisa mendorong dan mengawal. Tapi keputusan tetap ada di kabupaten, karena proyek ini butuh dukungan anggaran besar,” katanya.

Meski begitu, ia tetap optimistis jika infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan bisa terbangun, maka desa-desa di Tabang akan bergerak lebih cepat dalam pembangunan.

“Kalau akses sudah bagus, otomatis ekonomi tumbuh, pendidikan lebih mudah, dan pelayanan kesehatan makin dekat. Itu harapan besar masyarakat Tabang,” pungkas Rakhmadani. (Adv)