Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Tak lagi terpaku pada panggung resmi dan acara pemerintah, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) memilih jalur baru untuk memperkenalkan budaya daerah.
Kali ini, promosi Dispar Kukar dilakukan langsung ke jantung pariwisata Yogyakarta lewat pertunjukan seni Dayak yang menggandeng pelaku swasta.
Langkah ini jadi gebrakan pertama bagi Kukar dalam memperluas promosi budaya di luar Kalimantan tanpa terlalu banyak protokoler.
Pentas budaya itu akan digelar di Obelix Sea View, salah satu destinasi wisata yang tengah ramai dikunjungi ribuan orang setiap hari.
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, menyebut cara ini sebagai strategi promosi yang lebih membumi dan tepat sasaran.
“Kita ingin budaya Dayak tidak cuma tampil di aula resmi atau stan pameran. Sekarang saatnya kita masuk ke ruang-ruang yang dikunjungi orang, langsung menyapa lewat tarian, musik, dan cerita,” ucap Arianto, pada Selasa (6/5/2025).
Selama tiga hari, pengunjung Obelix Sea View akan disuguhi pertunjukan tarian Dayak Tunjung dan Benuaq, serta aksi olah kuban seni bela diri tradisional. Tidak ada booth kaku atau panggung penuh spanduk. Yang ditampilkan adalah karya, gerak, dan suara yang lahir dari tanah Kukar.
Selain itu, souvenir khas dari pelaku UMKM juga dibagikan ke pengunjung, sebagai upaya memperkenalkan produk lokal dari sisi yang lebih personal.
Menurut Arianto, ini bukan sekadar pentas budaya, tapi juga ruang pembuktian bahwa seniman dan pelaku UMKM dari Kukar bisa unjuk gigi di pasar luar daerah, asal diberi kesempatan.
Dengan begitu, Arianto berharap pola kolaborasi semacam ini bisa diperluas ke kota-kota lain, sekaligus membuka jalur pemasaran baru bagi karya seni dan produk lokal.
“Budaya kita bukan barang pajangan. Ia hidup, dan pantas hadir di tengah kehidupan masyarakat luas,” tutupnya. (Adv)














