Pijar.asia | Samarinda – Seruan lantang menggema di Gedung DPRD Kaltim, Rabu (28/5/2025). Kalekale Kalimantan Timur (KKT) bersama Forum Masyarakat Peduli Mahakam Ulu (Formas PM) turun ke jalan, menuntut perubahan nyata bagi kampung halaman mereka yang masih terisolasi pembangunan.
Diterima langsung oleh Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, atau yang akrab disapa Hamas, massa aksi menyampaikan lima tuntutan penting semuanya berakar dari satu persoalan mendasar: keterisolasian Mahakam Ulu.
“Kami ingin keadilan pembangunan. Jangan biarkan Mahakam Ulu terus tertinggal,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.
Formas PM mengajukan lima poin utama:
1. DPRD Kaltim diminta mengoptimalkan hak anggaran dan fungsi pengawasan terhadap proyek infrastruktur di Mahakam Ulu.
2. Segera rampungkan jalan darat yang layak dan aman menuju seluruh kecamatan, terutama Long Apari dan wilayah perbatasan.
3. Transparansi anggaran dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan proyek agar tidak terjadi pembangunan asal jadi.
4. Pendirian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai simbol kedaulatan NKRI.
5. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan keahlian.
Menanggapi tuntutan tersebut, Hamas menegaskan dukungan penuh DPRD Kaltim.
“Kami tidak akan tinggal diam. Mahakam Ulu harus menjadi prioritas. Infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, listrik dan layanan kesehatan wajib dibenahi,” tegasnya.
Hamas juga menyampaikan pentingnya memastikan semua warga bisa merasakan manfaat program Gaspol dari Pemprov Kaltim, tanpa terkecuali.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Jahidin, turut memperkuat komitmen lembaganya.
“Dari triliunan anggaran provinsi, Mahakam Ulu akan kami beri skala prioritas. Meskipun kabupaten termuda, tidak boleh dianaktirikan,” ujarnya.
Sebagai penutup, Hamas menekankan bahwa DPRD Kaltim terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Dirinya berjanji tuntutan tersebut akan dibahas lebih lanjut, bahkan menjadi perhatian utama dalam penyusunan APBD Perubahan 2026.
“Kami tidak akan menutup mata. Isolasi wilayah, krisis air dan listrik, hingga banjir harus segera diatasi. Ini janji kami,” pungkasnya. (MH/Adv/DPRDKaltim)














