AdvertorialDPRD Kaltim

Buaya Masuk Permukiman, Warga Kutai Timur Diminta Hentikan Mandi di Sungai

×

Buaya Masuk Permukiman, Warga Kutai Timur Diminta Hentikan Mandi di Sungai

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Buaya. (Ist)

Pijar.asia | Kutai Timur – Populasi buaya yang terus meningkat di Kabupaten Kutai Timur kini tak lagi hanya menghuni sungai dan rawa. Reptil buas ini mulai merambah ke wilayah permukiman, menebar ancaman nyata bagi warga.

Belum lama ini, seorang warga dilaporkan menjadi korban serangan buaya. Kejadian itu mengguncang ketenangan masyarakat dan memantik peringatan keras dari anggota DPRD Kaltim, Agus Aras.

“Kepada orang tua agar selalu waspada dan bisa menjaga ataupun melarang anak-anaknya agar tidak bermain dan berenang lagi di sungai,” tegas Agus dalam keterangannya.

Dirinya mengimbau warga agar segera mengubah kebiasaan mandi atau bermain di sungai, yang selama ini menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat tepian. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya keberadaan predator alami tersebut.

Agus juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan. Warga yang tinggal di bantaran sungai dinilai menjadi kelompok paling rentan dan harus ekstra waspada.

“Ya, masyarakat sangat berperan penting dalam menjaga keselamatan, apalagi yang tinggal di tepian sungai yang berpotensi menjadi habitat buaya itu sendiri,” ujarnya.

Kemunculan buaya di area yang berdekatan dengan permukiman menandakan perlunya tindakan lebih serius, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat sendiri, untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Satu hal yang pasti, sungai yang dulu menjadi tempat bermain, kini bisa berubah menjadi arena maut jika kewaspadaan diabaikan. (MH/Adv/DPRDKaltim)