Pijar.asia | Samarinda – Lima bulan lebih berlalu sejak kasus pembunuhan di kawasan tambang ilegal Muara Kate kembali mencuat ke publik. Namun hingga kini, pelakunya masih melenggang bebas. Kemandekan ini memicu keresahan, bahkan kecurigaan, di tengah masyarakat.
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, angkat bicara dengan nada tegas, kasus ini sudah terang benderang, kenapa belum juga diurus.
Peristiwa berdarah yang menewaskan salah satu warga lokal Muara Kate itu disebut terkait erat dengan aktivitas tambang ilegal yang kerap kali luput dari jerat hukum. Meski begitu, belum ada kejelasan hukum dan tak satu pun pelaku berhasil diamankan.
“Kami sudah sering berdiskusi, termasuk dengan pihak kejaksaan. Kalau kondisinya sudah sejelas ini, seharusnya tidak perlu menunggu lebih lama. Tangani saja,” ujarnya.
Menurutnya, kejelasan hukum bukan hanya soal menyelesaikan perkara, tapi juga menjaga kepercayaan publik. Dirinya khawatir jika dibiarkan, kasus ini bisa memicu konflik horizontal dan menjurus pada isu sensitif seperti SARA.
“Jangan sampai masyarakat punya persepsi bahwa hukum bisa diabaikan ketika berhadapan dengan kepentingan besar. Ketegasan aparat sangat dibutuhkan agar tidak ada celah untuk pembiaran,” tambahnya.
DPRD Kaltim, kata Salehuddin, telah menerima sejumlah rekomendasi dari berbagai pihak yang menginginkan kasus ini ditindaklanjuti secara serius. Dirinya mendesak aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan penyelidikan dan membawa pelaku ke meja hijau.
“Ini bukan cuma soal nyawa yang hilang. Ini tentang keadilan, tentang rasa aman warga, dan tentang bagaimana negara hadir di tengah masyarakat,” tutupnya. (MH/Adv/DPRDKaltim)














