Pijar.asia | Samarinda – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Iswandi ungkap bahwa kekerasan seksual pada ranah Pendidikan tidak bisa disepelekan dalam tingkatan manapun, respon tersebut berkanaan dengan insiden kekerasan seksual terhadap siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Samarinda yang terungkap pada pertengahan bulan Februari silam.
Ketua Komisi II tersebut menegaskan bahwa insiden tersebut telah terjaring dan sedang dalam proses penanganan oleh Dinas terkait. Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan Komisi IV yang menangani Bidang Pendidikan telah terjadi.
“kami akan segera menghubungi komisi IV yang menangani masalah tersebut, kebetulan hariini tidam ada yang datang karena sedang dinas luar (DL)” ungkapnya.
Kejadian tersebut menjadi perhatian masyarakat Samarinda, khususnya para orang tua dan wali siswa/i mengkhawatirkan insiden tersebut apabila terjadi kepada anak mereka, pasalnya insiden ini menjadi viral di media sosial, sehingga atensi masyarakat terfokus pada pemberitaan tersebut.
Ia menegaskan bawha informasi tersebut telah diterima oleh Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, dan pastinya akan menindak sesegera mungkin.
“saya rasa mereka sudah mengetahui itu, karena di media sosial juga sudah ramai” tutupnya. (SL/Adv/DPRDKotaSamarinda)














