Pijar.asia | Kutai Timur – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Kalimantan Timur sedang menghadapi tantangan besar sekaligus peluang untuk menjadi daerah yang lebih maju. Dengan visi mempersiapkan generasi emas 2045, Agus Riansyah Ridwan, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PKS, menyerukan percepatan pembangunan sebagai langkah krusial untuk mewujudkan mimpi itu.
“Bayangkan sebuah Kutai Timur di mana infrastruktur jalan mulus menghubungkan setiap desa, listrik dan air bersih bukan lagi barang langka, dan layanan kesehatan serta pendidikan menjadi hak yang benar-benar setara bagi semua warga. Ini bukan hanya mimpi, ini adalah kebutuhan,” ungkapnya.
Agus memproyeksikan masa depan di mana jalan provinsi seperti jalur Pekarangan hingga Batu Putih tak lagi rusak dan menjadi penghubung vital antarkecamatan hingga ke Kabupaten Berau. Saat ini, jalur itu masih jauh dari kata layak, menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. “Pembangunan jalan ini adalah fondasi agar roda ekonomi berputar lebih cepat,” ujarnya.
Pada 2045, menurut Agus, Kutai Timur seharusnya menjadi daerah di mana kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih sudah terpenuhi secara merata. Ia mencatat bahwa hingga saat ini masih banyak desa di Kutim yang belum memiliki akses memadai. Agus membayangkan upaya nyata dari pemerintah dan PLN mampu menghadirkan perubahan besar dalam satu dekade ke depan.
“Kita tidak boleh lagi mendengar cerita tentang warga yang sulit mendapatkan air bersih atau desa-desa yang gelap gulita di malam hari. Pemenuhan kebutuhan dasar ini adalah hak setiap warga,” tegasnya.
Visinya tentang pendidikan juga tak kalah ambisius. Agus menggambarkan sebuah Kutai Timur di mana anak-anak di daerah terpencil, seperti Sandaran, tidak perlu lagi menempuh puluhan jam perjalanan untuk belajar di tingkat SMA.
Ia menyerukan pembangunan sekolah-sekolah di wilayah strategis, sehingga akses pendidikan menjadi lebih mudah dan berkualitas. “Di 2045, kita harus melihat generasi muda Kutim yang berpendidikan tinggi, siap bersaing di kancah nasional dan internasional,” katanya penuh optimisme.
Agus juga bermimpi tentang pelayanan kesehatan di Kutim yang merata dan modern. Ia membayangkan puskesmas yang dilengkapi dengan alat medis canggih serta tenaga kesehatan yang memadai hingga pelosok desa.
“Tak ada lagi cerita ibu hamil yang harus menempuh perjalanan panjang karena fasilitas kesehatan minim. Pelayanan kesehatan di masa depan harus menyentuh semua kalangan,” ujarnya.
Agus membayangkan masa depan pertanian di Kutim yang didukung oleh teknologi modern seperti traktor otomatis dan alat berbasis teknologi tinggi. Dengan modernisasi ini, petani tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global.
Ia juga melihat UMKM di Kutim tumbuh pesat sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dengan kebijakan pendukung, akses pembiayaan, dan pemasaran yang luas, produk-produk lokal Kutim bisa menembus pasar nasional bahkan internasional. “Pada 2045, kita bisa membayangkan UMKM di Kutim menjadi ikon kebanggaan daerah,” tambahnya.
Di tengah tantangan masa depan, Agus menempatkan generasi muda sebagai kunci utama. Ia membayangkan komunitas berbasis generasi yang memberikan pelatihan terstruktur bagi Generasi Z dan milenial, membekali mereka dengan keterampilan yang relevan di era digital.
“Mereka adalah ujung tombak yang akan menentukan keberhasilan Kutim di masa depan, termasuk menghadapi tantangan besar seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.
Bagi Agus, visi besar untuk 2045 hanya bisa tercapai jika ada langkah nyata mulai sekarang. Percepatan pembangunan infrastruktur, pemenuhan layanan dasar, hingga pemberdayaan ekonomi harus menjadi prioritas. “Kutim harus menjadi contoh daerah yang berhasil memadukan modernisasi dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (MF/Adv/DPRDKaltim)














