AdvertorialDPRD Kaltim

Dua Pasangan Calon Bupati Paser Saling Adu Gagasan dalam Debat Publik Kedua

×

Dua Pasangan Calon Bupati Paser Saling Adu Gagasan dalam Debat Publik Kedua

Sebarkan artikel ini
Yenni Eviliana, Wakil Ketua DPRD Kaltim saat menghadiri acara debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paser. (Foto: Humas Sekretariat DPRD Kaltim)

Pijar.asia | Samarinda – Suasana di Ballroom Maxone Hotel Balikpapan memanas saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Timur menggelar debat publik kedua bagi calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paser, Sabtu (16/11).

Dua pasangan calon, Fahmi Fadli-Ikhwan Antasari (nomor urut 1) dan Syarifah Masitah Assegaf-Denni Mappa (nomor urut 2), saling unjuk visi dan misi dalam acara yang menjadi perhatian publik menjelang pemilihan pada 27 November mendatang.

Debat ini dipandu oleh dua moderator kawakan, Bram Herlambang dan Elvira Khaerunissa, yang memandu diskusi dengan tajam dan lugas. Berbagai isu strategis digulirkan, mulai dari pengelolaan sumber daya alam, pembangunan berkelanjutan, hingga kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah tokoh politik turut hadir, termasuk Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, yang menyampaikan pesan mendalam kepada masyarakat Kabupaten Paser. Dalam sambutannya, Yenni mengajak warga untuk bijak menggunakan hak pilih mereka demi masa depan daerah.

“Apapun hasil debat hari ini, yang terpenting adalah masyarakat Kabupaten Paser datang ke TPS pada 27 November nanti. Satu suara Anda sangat menentukan nasib Paser selama lima tahun ke depan,” tegas Yenni, disambut tepuk tangan audiens.

Debat ini menjadi ajang panas namun tetap konstruktif, dengan kedua pasangan calon menawarkan solusi konkret atas tantangan di Kabupaten Paser. Fahmi Fadli-Ikhwan Antasari mengedepankan pendekatan berbasis inovasi teknologi untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam. Sementara itu, Syarifah Masitah Assegaf-Denni Mappa berfokus pada pembangunan yang berkeadilan, dengan penekanan pada pemberdayaan masyarakat akar rumput.

“Visi kami adalah menjadikan Kabupaten Paser lebih maju dengan membangun sinergi antara sektor swasta dan masyarakat. Ini bukan hanya tentang janji, tapi rencana nyata,” ujar Fahmi dalam salah satu sesi debat.

Tidak mau kalah, Syarifah Masitah menegaskan komitmennya untuk menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan. “Kami hadir untuk memastikan setiap program pemerintah berpihak kepada rakyat. Kabupaten Paser harus maju, tapi tetap berlandaskan keadilan sosial,” katanya dengan penuh semangat.

Debat kali ini juga diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik. Yenni Eviliana menambahkan harapannya agar siapapun yang terpilih mampu membawa perubahan signifikan bagi Kabupaten Paser.

“Pemimpin yang terpilih harus mampu menjawab tantangan besar di Kabupaten Paser, termasuk pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Debat publik kedua ini menjadi momen penting menjelang pesta demokrasi di Kabupaten Paser. Masyarakat kini memiliki waktu tersisa untuk merenungkan dan menentukan pilihan terbaik demi masa depan yang lebih cerah. Dengan antusiasme yang terus meningkat, pemilu 27 November mendatang dipastikan akan menjadi penentu arah pembangunan Kabupaten Paser lima tahun ke depan. (Hsn/Adv/DPRDKaltim)