Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Sekitar 3.000 masyarakat terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kutai Kartanegara (Kukar) tengah diidentifikasi untuk mendapat akses program peningkatan keterampilan.
Program tersebut berupa pelatihan vokasi yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan. Disnakertrans Kukar mengajak masyarakat yang memenuhi kriteria untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
Kepala Disnakertrans Kukar, Dendy Irwan Fariza, mengatakan pelatihan dirancang untuk membantu masyarakat terdampak PHK memiliki kompetensi yang dapat digunakan untuk kembali memasuki dunia kerja.
“Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat terdampak PHK untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kembali ke dunia kerja,” kata Dendy, Selasa (6/10/2026).
Salah satu pelatihan yang tersedia adalah pemeliharaan dan perawatan pendingin udara atau AC. Jenis pelatihan tersebut menjadi salah satu pilihan bagi peserta yang ingin memiliki keterampilan teknis.
Selain mendapatkan materi pelatihan, peserta yang dinyatakan lolos seleksi juga memperoleh sejumlah fasilitas. Peserta mendapat uang harian, makan siang dan sertifikat setelah mengikuti pelatihan.
Disnakertrans juga memastikan pendaftar tetap melalui proses seleksi. Meski kuota peserta tidak dibatasi secara khusus, penetapan peserta dilakukan setelah tahapan seleksi.
Masyarakat yang berminat dapat memperoleh informasi pendaftaran melalui kanal media sosial Disnakertrans Kukar. Pendaftaran dibuka sejak 25 September hingga 7 Oktober 2026.
Setelah pendaftaran ditutup, tahapan wawancara dijadwalkan pada 12–13 Oktober. Pengumuman peserta berlangsung 14 Oktober, dilanjutkan daftar ulang pada 15 Oktober.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 di Samarinda. Dendy berharap masyarakat terdampak PHK tidak melewatkan program yang pembiayaannya bersumber dari APBN tersebut.
“Bagi masyarakat terdampak PHK dipersilakan mengikuti program pelatihan vokasi yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan,” pungkasnya. (Adv/DiskominfoKukar)














