Pijar.asia | Kutai Kartanegara – Pendapatan dari sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diharapkan tidak berhenti sebagai hasil penjualan produk.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mendorong agar pemasukan yang diterima petani dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali untuk memperkuat kegiatan usaha.
Menurut Aulia, kemampuan mengelola keuangan merupakan bagian dari kapasitas pelaku usaha yang perlu diperhatikan.
Petani, peternak hingga nelayan perlu memahami bagaimana membagi pendapatan sesuai kebutuhan, termasuk menyisihkan dana untuk keberlangsungan usaha.
“Ketika hasil usaha sudah diperoleh, yang tidak kalah penting adalah bagaimana pendapatan itu dikelola. Ada kebutuhan yang harus dipenuhi, ada yang perlu disimpan, dan ada pula yang bisa dikembalikan menjadi modal,” kata Aulia, Sabtu (26/9/2026).
Bagi sektor pertanian, pengelolaan pendapatan berkaitan dengan kemampuan menjaga kesinambungan usaha. Perencanaan keuangan dapat membantu pelaku usaha menentukan penggunaan hasil produksi, termasuk menyiapkan kebutuhan produksi berikutnya dan mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga.
Selain pengelolaan hasil usaha, akses terhadap sumber pembiayaan juga menjadi bagian yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sektor produktif. Karena itu, pemerintah mendorong adanya hubungan yang lebih kuat antara masyarakat pelaku usaha dengan lembaga keuangan.
Aulia mengatakan dukungan terhadap ekonomi petani tidak dapat berdiri sendiri. Peningkatan keterampilan, sarana produksi, kelembagaan kelompok tani dan pemanfaatan teknologi tetap diperlukan agar produktivitas berjalan seiring dengan kemampuan mengembangkan usaha.
“Pemerintah terus menyiapkan berbagai dukungan bagi sektor pertanian. Namun, penguatan ekonomi petani juga membutuhkan kemampuan dari pelaku usahanya sendiri dalam mengatur pendapatan dan mengambil keputusan keuangan,” ujar Aulia.
Terakhir Ia menilai momentum Hari Tani Nasional bulan September ini dapat menjadi pengingat bahwa petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita ingin hasil yang diperoleh dari pertanian benar-benar memberi manfaat dalam jangka panjang. Pendapatan dapat dikelola, sebagian diperkuat menjadi modal, sehingga usaha terus berjalan dan kesejahteraan keluarga ikut meningkat,” pungkas Aulia. (Adv/DiskominfoKukar)














