AdvertorialDPRD Kaltim

Gratispoll Kaltim Dinilai Jadi Pilar Pembangunan SDM dalam RPJMD 2024–2029

×

Gratispoll Kaltim Dinilai Jadi Pilar Pembangunan SDM dalam RPJMD 2024–2029

Sebarkan artikel ini
Ketua Pansus RPJMD DPRD Kaltim, Syarifatul Syadi’ah. (MH)

Pijar.asia | Samarinda – Program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Gratispoll, yang menyasar sektor pendidikan tinggi, dinilai menjadi salah satu elemen kunci dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun ke depan.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Kaltim, Syarifatul Syadi’ah, menegaskan bahwa Gratispoll bukan sekadar program bantuan biaya pendidikan, melainkan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim.

“Program ini menyasar langsung pada kesejahteraan masyarakat dan merupakan implementasi konkret dari visi-misi Pemprov. Kita melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul,” ujar Syarifatul.

Kaltim menjadi provinsi pertama yang memberikan bantuan pendidikan tinggi secara luas, termasuk hingga jenjang pascasarjana (S3). Hal ini menjadi sorotan penting dalam diskusi RPJMD karena menyentuh akar persoalan rendahnya angka partisipasi pendidikan di sejumlah daerah.

“Anak-anak di Kaltim kini memiliki peluang yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi, bahkan bagi mereka yang sebelumnya kesulitan secara ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syarifatul mengungkapkan bahwa beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah merancang langkah-langkah konkret untuk memperkuat program pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) misalnya, berencana menambah jumlah SMA dan SMK serta membangun ruang-ruang kelas baru di wilayah-wilayah dengan akses pendidikan terbatas.

“Semua ini sudah tergambar dalam rencana kerja masing-masing OPD, dan tentu menjadi bagian dari kerangka besar RPJMD 2024–2029,” tambahnya.

Namun, pembangunan sektor pendidikan tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu, Pansus juga akan menggelar rapat lanjutan bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk memastikan bahwa rencana ambisius ini memiliki dukungan anggaran yang memadai.

“Kita tidak hanya bicara soal belanja, tapi juga soal bagaimana mendongkrak pendapatan daerah untuk menopang semua program ini secara berkelanjutan,” tegas Syarifatul.

Program Gratispoll, yang semula dikenal publik sebagai terobosan bidang pendidikan, kini dikaji lebih dalam sebagai pilar pembangunan SDM dalam dokumen perencanaan lima tahunan Kaltim. Pansus RPJMD DPRD Kaltim pun menegaskan komitmennya untuk memastikan program ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga diperkuat dan diperluas jangkauannya. (MH/Adv/DPRDKaltim)